Gelombang Sendal Jepit Pelangi di Bali
Unpam Magazine,Tangerang - Potato
Head Beach Club, Bali kini tengah diwarnai oleh 5000 sandal jepit bekas
berwarna warni. Gelombang pelangi sandal jepit ini merupakan instalasi seni
Lina Klauss, aktivis seni asal Jerman. Karya berjudul 5000 Lost Soles ini
melibatkan sekitar 100 relawan untuk mengumpulkan sandal jepit dari pantai dan
menyusunnya menjadi sebuah instalasi seni. Proyek ini merupakan bentuk
kesadaran dari Klauss maupun para relawan akan betapa nyatanya dampak yang
dapat diakibatkan manusia pada lautan.
“Alas
kaki lebih dekat dengan tubuh kita dan dipakai lebih lama dibandingkan botol
minum. Ini menjadi bagian penting dalam seni saya, agar orang bisa
menghubungkan polusi laut dengan kehidupan sehari-hari mereka secara langsung”
ujar Klauss, dikutip dari BuzzFeed.
Para
relawan mengunjungi enam pantai untuk mengumpulkan sandal bekas. Sebanyak 2000
sandal bekas ‘dibersihkan’ pada aksi pengumpulan pertama dilakukan Februari
2017 lalu dengan bantuan anak-anak dari Green School Bali. Sedangkan 3000
sandal bekas lainnya dikumpulkan sejak Maret hingga Mei ini. Melalui penelusuran
sepanjang tiga kilometer area Pantai Seminyak sebanyak 3000 sendal jepit
didapatkan.
Warna
pelangi pada sandal jepit yang dipajang pada instalasi ini pun bukan warna
buatan hasil pengecatan ulang oleh Klauss. Warna tersebut merupakan warna asli
dari 5000 sandal bekas yang telah dikumpulkan.
Ini
bukan pertama kalinya bagi Klauss untuk menciptakan karya seni yang membawa
pesan bertema lingkungan. Namun, instalasinya di Bali merupakan instalasi
terbesarnya dalam perjalanannya sebagai seorang aktivis seni.
sumber
foto : buzzfeed.com
Karya-karya
Klauss lahir dari kecintaannya terhadap lingkungan. Ide membuat instalasi seni
dari sandal bekas ini pertama kali Klauss dapatkan saat berkunjung ke pantai di
Hong Kong, dimana ia menemukan begitu banyak sampah plastik di sekitar pantai.
Dalam kurun waktu lebih dari 7 tahun, Klauss telah membuat lebih dari 20
instalasi serupa di Hong Kong.
Mengungkap
kenyataan buruk mengenai peran manusia dalam krisis polusi plastik laut menjadi
misi Klauss. Klauss berharap, melalui instalasi seninya, orang-orang dapat
menyadari kuatnya pengaruh manusia terhadap lingkungan, bahkan dari
kebiasaan-kebiasaan kecil.
Sumber: buzzfeed.com, ptthead.com, coolhunting.com
Leave a Comment