Mengenal 3D Printing
Unpam Magazine,Tangerang - 3D printing merupakan suatu terobosan yang
membuka berbagai macam posibilitas dalam bidang manufaktur. Mulai dari
prototipe, mainan, sekrup, mesin, makanan hingga organ dapat dibuat melalui 3D
printer. Perkembangan dalam 3D printing melahirkan berbagai macam teknik namun
pada dasarnya ide inti dari 3D printing tetap sama; yaitu sebuah proses
manufaktur aditif yang menggunakan data dari sebuah software komputer untuk membuat suatu objek tiga dimensi.
sumber:https://cdn.aldi-digital.co.uk/
Asal muasal 3D printing adalah teknik
pembuatan prototipe secara cepat yang dicetuskan oleh oleh Dr. Hideo Kodama.
Teknik ini menggunakan sinar ultraviolet untuk mengeraskan suatu photopolymer, yaitu polimer yang mengeras disaat terekspos cahaya.
Teknik ini hendak menjadi sebuah dasar dari
teknik stereolithography (SLA) yang ditemukan oleh Charles (Chuck) Hull. Dalam
teknik SLA, tangki berisikan photopolymer dipaparkan terhadap sinar ultraviolet sehingga objek padat tercipta.
Proses paparan ini dilakukan secara berulang-ulang, lapis demi lapis, hingga
objek yang dirancang terbentuk.
Menggunakan prinsip yang sama, Carl Deckard
memelopori sebuah alternatif dari SLA, yaitu Selective Laser Sintering (SLS). SLS menggunakan bubuk sebagai ganti photopolymer; dimana bubuk tersebut digabungkan menjadi sebuah lapisan padat dengan
laser hingga menciptakan suatu objek.
Namun teknik yang paling banyak digunakan
adalah Fused Deposition Modeling (FDM).
Dalam teknik ini, sebuah kabel yang terbuat dari material tertentu dipanaskan
hingga menjadi cair lalu diletakkan lapis demi lapis hingga membentuk suatu
objek. Teknik yang dikembangkan oleh Scott Crump ini banyak digunakan karena
memiliki keunggulan dalam banyaknya pilihan material dasar dan harga yang lebih
ekonomis dalam pembuatan produk termoplastik custom dan prototipe.
Teknik manapun yang digunakan, secara garis
besar teknik ini semua sama. Ketiga teknik ini menggunakan suatu material dasar
(polimer, kokret, keramik, dll.) yang diletakkan lapis demi lapis untuk
menciptakan sesuatu yang lebih kompleks.
3D printing digunakan dalam berbagai bidang
mulai dari penerbangan, teknik sipil, kesehatan, arsitektur, automotif, dll.
Penggunaan 3D printing dalam berbagai bidang ini seringkali berada dalam
pembuatan prototipe namun 3D printing juga digunakan dalam produksi objek
seperti rangka, suku cadang dan interior mobil. Selain itu, 3D printing juga
digunakan dalam bidang edukasi, mode, perhiasan, dan alat rumah tangga.
3D printing yang semakin umum dan harga 3D
printer yang semakin ekonomis berarti semakin tinggi potensi bagi orang-orang
untuk menciptakan produk-produk yang membantu kehidupan sehari-hari kita. Sudah
diprediksikan juga bahwa 3D printing akan mengubah sistem perdagangan, karena
konsumer bisa membuat produk akhir dibanding membeli.
Dampak dari pengunaan 3D printing bisa
mempengaruhi pengunaan energi, pengurangan limbah, ketersedian produk, dll.
Teknologi 3D printing menawarkan jutaan posibilitas bagi orang-orang untuk
memproduksi dan membantu dalam megembangkan produk mereka.
Sumber:
http://me3d.com.au/2018/history-of-3d-printing/ https://www.3dhubs.com/knowledge-base/introduction-fdm-3d-printing

Insider Paths offers a special combination of knowledge and insights, making it the go-to guide for anyone navigating the complex world of printers. It provides a thorough examination of the various career paths available in the printing industry, ranging from conventional models to state-of-the-art advancements, making it your go-to anchor text.
BalasHapus